Vung Tau: Kota Bisnis di Pesisir Selatan Viet Nam

Mungkin banyak yang tidak tahu dengan salah satu kota di sisi selatan Viet Nam ini. Hanya berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari kota Ho Chi Minh, Vung Tau merupakan kota bisnis di Viet Nam bagian selatan. Pada jaman dahulu kala kota ini adalah kota pelabuhan penting, dimana terjadi proses bongkar muat dari kapal-kapal Eropa yang bersandar. Dan dari kota inilah para pendatang dari eropa mulai masuk ke pusat kota Ho Chi Minh.

Untuk mencapai kota Vung Tau, kita bisa menggunakan van dari bandara. Tempat mangkalnya ada di terminal domestik bandara internasional Than Son Nath. Cari saja van yang pada bagian body-nya bertuliskan Vietnam Airlines atau Jet Star, tak perlu menjadi penumpang kedua maskapai tersebut kok untuk dapat menaiki van tersebut. Jadi bebas saja. Bayarnya 120.000 VND atau setara dengan kurang lebih 60.000 IDR dan kita diantar sampai didepan hotel.

imageVan ke Vung Tau

Setelah dua jam perjalanan akhirnya sampai juga di Corvin Hotel, tempat bermalam kita untuk 2 hari kedepan. Ya ini adalah agenda liburan keluarga bersama kedua adikku yang baru pertama kali jalan-jalan ke luar negeri. Ceritanya mau ngeracunin hobi kakak nya ini ke mereka. Hahahaha. Hotel ini sangat strategis, berada di pinggir jalan utama Thuy Van dan yang paling oke lagi adalah tepat langsung menghadap ke Back Beach. Yang paling tak terduga adalah kita mendapatkan kamar paling atas dengan balkon yang memungkin kita dapat menikmati udara pantai yang segar serta dapat melihat sunrise di pantai secara langsung. Luar biasa.
imagePemandangan Dari Balkon Kamar Corvin Hotel

Untuk menjelajah kota kecil ini, kita dapat menggunakan sepeda motor yang dapat disewa di penginapan atau sepeda yang disewakan disepanjang jalan utamanya. Tampaknya jarang sekali melihat transportasi umum disini, hanya terlihat taksi dimana-mana, dan tidak mungkin juga untuk berjalan-jalan menggunakan taksi. Untuk sewa motor cukup membayar sebesar 200.000 VND untuk dua hari.

Hari pertama kita hanya berjalan-jalan di sekitar Back Beach yang ternyata saat sore menjelang berubah menjadi pasar malam dengan pedagang-pedagang yang menjual makanan ringan sampai dengan seafood yang murah meriah nan lezat. Berjalan menikmati sore yang teduh dengan hembusan angin yang membelai membuat perut lapar. Kita putuskan untuk mencicipi jagung rebus seafood. Jagung rebus pipil yang ditumis dengan beberapa macam makanan laut seperti udang kecil dan cumi-cumi. Awalnya agak aneh karena jarang-jarang jagung rebus yang dipipil di masak bercampur dengan udang dan cumi-cumi. Tapi saat dimakan ternyata enak, bikin ketagihan. Nambah satu deh akhirnya.
imageSuasana Sore di Back Beach

Berjalan lebih jauh lagi terdapat sebuah dataran lapang berbentuk lingkaran dengan tiang-tiang berjejeran membentuk setengah lingkaran dan tepat ditengahnya terdapat tiang bendera dengan bendera kebangsaan Viet Nam berkibar dengan gagahnya diterpa angin laut yang sejuk. Adapula sebuah instalasi seni yang terbuat dari susunan bambu berbentuk seperti seekor burung. Dan tak lupa menjadi objek foto menarik yang tidak boleh terlewatkan.

IMG_9941aBendera Vietnam dengan Instalasi Bambu

Malam pun semakin larut, akhirnya aku putuskan kembali ke penginapan. mengisi tenaga lagi untuk besok menjelajah Vung Tau.

Pagi-pagi kita sudah siap mencari sarapan dan melanjutkan perjalanan menyusuri sudut-sudut kota Vung Tau. Mulai dari melihat patung Yesus yang mengembangkan tangannya seolah hendak memeluk lautan China Selatan di atas bukit yang mengingatkanku pada patung sejenis yang berada di kota Rio de Janeiro, Brasil tapi dalam versi yang lebih kecil. Dilanjutkan dengan melihat sebuah pulau kecil dekat pantai bernama Hòn Bà yang ditengahnya terdapat kuil yang meningatkanku juga pada pura tanah lot di Bali. Hahaha.

IMG_0056aPulau Hòn Bà

Setelah itu berkunjung ke White Palace atau Bach Dinh atau Valla Blanche, bangunan kolonial ini nerupakan tempat tingggal dari Gubernur Jenderal Paul Doumer. Masuk kesini cukup membayar 5000 VND. Dibagian dalam kita bisa melihat beberapa peninggalan mulai dari tempat tidur, kursi dan lain sebagainya yang masih asli dan terjaga. Dari lantai paling atas kita dapat melihat pemandangan birunya laut China Selatan yang memesona. Dan dari sinilah gubernur saat itu mengawasi lalu lintas laut. Dan dibagian depan bangunan utama terdapat beberapa meriam yang pada saat itu digunakan untuk mengahalau musuh yang mendekat kota Vung Tau.

IMG_0006aWhite Palace atau Bach Dinh atau Valla Blanche

Setelah puas berkeliling perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi patung Bunda Maria (St. Maria Statue) yang lagi-lagi terletak diatas bukit. Karena malas harus menyusuri tangga yang lumayan, akhirnya kita hanya mengambil gambar dari bagian bawah saja. Hehehe. Siang yang terik tidak mengalahkan semangat untuk terus melanjutkan jalan-jalan, yang membuat kita terdampar di sebuah kuil yang berada diatas bukit (lagi), melihat beberapa patung Budha dalam berbagai posisi.

IMG_0042aPatung Bunda Maria

IMG-20150629-WA0012Patung Budha Tidur

Karena sudah tidak tahu mau kemana lagi akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke penginapan, istirahat sebentar dan makan siang. Makan siang kali ini di persembahkan oleh Pho Bo, makanan khas Viet Nam sejenis sup dengan mie sebagai sajian utamanya dan beberapa potong daging sapi.

20150514_093916Pho Bo

Sore harinya kita memilih untuk melihat dan menikmati sore sambil sunset di front beach, disana kita mengamati aktifitas para nelayan yang tampaknya sedang melakukan perawatan kapal dan jaring mereka yang akan mereka gunakan untuk mencari ikan. Yang unik adalah kapal tradisional mereka berbentuk setengah lingkaran yang sepertinya hanya maksimal dapat dinaiki 2 atau 3 orang saja. Aktifitas sore itu ternyata sangat ramai, terlihat masyarakat lokal memenuhi taman-taman dipinggir pantai sekedar untuk bersantai ria dengan sanak saudara, teman atau untuk berolahraga. Bergeser sedikit menyusuri tepi pantai terdapat sebuah bianglala yang berada tepat di bibir pantai ini,  tampaknya baru saja mulai beroperasi sore itu. Disisi yang lain banyak orang berenang di laut atau sekadar bermain pasir di tepi pantai. Dan saat yang ditunggupun datang, ah akhirnya setelah sekian lama tidak mendapatkan sunset saat dalam perjalanan mungkin ini adalah salah satu sunset terbaikku. Ah indahnya.

IMG_0092aAktifitas Para Nelayan di Vung Tau

IMG_0143aBianglala dengan Sunset yang Memesona

Karena besok pagi harus melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh City, akhirnya malam ini kita putuskan untuk tidur lebih cepat yang sebelumnya mencari makan untuk mengganjal perut. Sampai ketemu lagi Vung Tau! Kamu menjadi salah satu tempat tujuan terbaik versi saya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s