Mingalabar Again Myanmar!

Akhirnya setelah sekian lama bisa lanjut nulis lagi. Sebenernya masih banyak petualangan yang belum sempet dipindahkan ke sini. Nyicil deh. Hahahaha

Kali ini aku mau cerita tentang perjalanan kedua ku ke sebuah negera yang menjuluki diriya dengan sebutan Golden Land. Yup, Myanmar! Dulu dia terkenal dengan nama Burma, tapi setelah tahun 1989 nama Burma berubah menjadi Myanmar. Ibukota Myanmar adalah Naypyidaw. Perjalanan kedua ku ke Myanmar kali ini adalah berkunjung ke mantan ibukota nya, yaitu Yangon. Sepertinya belum bosan dengan satu negara ini, apalagi setelah negara ini membuka diri untuk dunia internasional pada beberapa tahun belakangan ini. Dengan tetep bermodal pengalaman di Bagan dan Mandalay yang luar biasa, kunjungan kedua kali in juga dengan ekspektasi yang sama dan bertambah besar tentunya.

Selamat datang “Mingalabar” Myanmar!

Perjalanan kali ini berdurasi hanya 5 hari, sebentar memang tapi sudah sangat puas mejelajah dua kota yang sangat berbeda, mulai dari budaya, alam dn wisatanya. Yangon dan Hpa-An adalah dua kota tujuan utamaku ke Myanmar.

Hari pertama sampai di Yangon International Airport pada pukul 19.10 waktu setempat. Oh ya perbedaan waktu dengan Jakarta adalah setengah jam lebih lambat. Jadi jika Jakarta memiliki zona waktu GMT +7 maka Myanmar berada dizona waktu GMT +6.30. Setelah selesai dengan imigrasi langsung memutuskan untuk pergi ke kota. Kalau sudah malam seperti ini taksi adalah pilihan yang tepat. Saran saja, jika akan menggunakan taksi silahkan keluar dari bandara disana akan banyak taksi. dan ada pengumuman resmi mengenai tarif taksi antar daerah. Untuk ke kota atau downtown adalah sebesar 7000 Kyats. Karena sampai dipenginapan sudah malam, akhirnya diputuskan malam itu digunakan untuk istirahat dan melihat sekeliling pnginapan sambil mencari makan.

DSCF9084Penginapan Rekomendasi Teman, Dekat Kemana-Mana

Keesokan harinya keluar jam 10 pagi sekalian check out dengan agenda berkunjung ke Bogyoke Market yang sangat terkenal itu dan apalagi kalau bukan mau belanja oleh-oleh. Oh ya info nih kalau setiap hari senin pasar ini tutup. Jadi jangan sampai salah hari belanja ya! Pasar ini adalah pusat oleh-oleh bagi wisatawan, mulai dari pajangan, gantungan kunci, tempelan magnet, kain khas Myanmar bahkan buat pecinta batu-batuan, inilah surganya. Karena memang Myanmar adalah salah satu negara penghasil batu yang sangat cantik.

DSCF9142Bagian Depan Bogyoke Market

DSCF9127Bagian dalam Bogyoke Market

DSCF9129Salah Toko yang Menjual Kerajinan Tas Myanmar

Setelah puas belanja, perjalanan dilanjutkan untuk mencari tiket bus ke Hpa-An malam ini. Naik taksi 2000 Kyats menuju ke pusat penjualan tiket bus di depan Sasiun Yangon, mengingat terminal Aumingalar yang jauh diluar kota.

DSCF9183Stasiun Yangon

Setelah selesai dengan urusan tiket bus, perjalanan dilanjutkan dengan mngunjungi Karaweik Palace yang berada di Kandawgyi Lake. Inilah salah satu pusat atraksi yang sering dikunjungi oleh wisatawan saat berada di Yangon. Istana yang berwarna emas dengan bentuk yang diambil dar salah satu hewan mitologi Myanmar ini berada di atas danau Kandawgyi, jadi seolah-olah istana ini mengapung di atas air.

DSCF9207Karaweik Palace dan Kandawgyi Lake

Menikmati keindahan Karaweik Palace sudah, maka selanjutnya adalah berkunjung ke pagoda terbesar dan sangat terkenal di Myanmar, yaitu Shwedagon Pagoda. Dengan menggunakan taksi 2000 Kyats dari Karaweik Palace akhirnya sampai juga di Shwedagon Pagoda. Untuk masuk ke Pagoda ini harus membayar tiket sebesar 8000 Kyats dan tentunya tidak diperbolehkan menggunakan alas kaki apapun dan pakailah pakaian yang sopan tidak terbuka. Serta jaga sikap selama di dalam komplek pagoda, karena banyak orang yang datang kesini untuk beribadah terutama orang lokal.

DSCF9244Salah Satu Pintu Masuk Ke Shwedagon Pagoda

IMG_9258Shwedagon Pagoda

IMG_9228Sisi Lain Shwedagon Pagoda

IMG_9226Warga Lokal yang Sedang Beribadah

Perjalanan di Yangon hari itu selesai di Shwedgon Pagoda. Dan dilanjutkan pada hari terakhir di Myanmar setelah pulang dari Hpa-An. Dihari terakhir aku berkeliling menikmati kota Yangon yang ternayata banyak terdapat bangunan-bangunan lama yang sangat artistik.

IMG_9834Salah Satu Bangunan Tua di Sebelah Independence Monument

Ternyata di Yangon juga macet seperti halnya di Jakarta. Selanjutnya mengunjungi tugu kemerdekaan Myanmar yang letaknya berdekatan dengan Sule Pagoda. Oh ya, yang aku salutkan adalah bahwa terdapat sebuah masjid di depan Sule Pagoda. Dan juga ternyata banyak masjid di Yangon.

DSCF9137Macetnya Yangon

IMG_9840Independence Monument

IMG_9855Sule Pagoda

DSCF9123Salah Satu Masjid di Yangon


2 thoughts on “Mingalabar Again Myanmar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s