Jatuh Cinta dengan Pura Mangkunegaran

Tidak banyak ekspektasi lebih dengan salah satu istana raja jawa yang satu ini, setelah sebelumnya berkunjung ke 3 keraton di dekatnya. Keraton Kasunanan Surakarta, Keraton Kesultanan Yogyakarta dan Pura Pakualaman. Dari tampak luarnya saja terlihat kotor dan tampak tidak terawat. Setelah begitu kecewanya melihat Keraton Kasunanan Surakarta yang sangat tidak terawat dan kotor. Jadi saat mengunjungi salah satu keraton ini ya tidak banyak berharap.

Pada saat itu aku datang ke Pura Mangkunegaran bersama seorang teman dan datang ke Pura Mangkunegaran sudah sore sekitar pukul 3. Dan ternyata sudah tutup, sehingga besoknya baru bisa memasuki komplek keratonnya. Harga tiket masuk ke Pura Mangkunegaran adalah Rp 10.000,- per orang dan akan mendapat pemandu pribadi per rombongannya. Jadi kalau masuk ke keraton ini sendirian jadi ya siap bayar ekstra, karena pemandu dibayar seikhlasnya tapi gak keterlaluan. Beruntunglah kita mendapat pemandu yang sangat anak muda banget, dan sangat informatif serta mengerti selera muda, jadi selama jalan-jalan di Pura Mangkunegaran kita berdua tidak merasa bosan.

Jelajah keraton Mangkunegaran ini dimulai dari Pendopo Agung yang sarat akan makna, mulai dari bentuk bangunan, detail bangunan, serta lukisan-lukisan yang menghias indah Pendopo Agung. Warna hijau muda yang merupakan warna kebesaran keluarga Mangkunegaran di ambil dari warna pari anom atau dalam bahasa Indonesia berarti padi muda yang perpadu indah dengan warna emas. Warna emas juga menghiasi interior-interior penyusun Pendopo Agung, salah satunya adalah lampu-lampu gantung yang katanya berasal dari eropa. Dan di Pendopo Agung ini terdapat dua set gamelan yang memiliki fungsi masing-masing.

DSCF7519Pendopo Agung dengan Lampu-Lampu Gantungnya

DSCF7522Detail Lukisan Atap Pendopo Agung dari Mitologi Hindu-Budha

DSCF7531Patung-Patung Singa yang Diimpor Dari Luar Negeri

Menginjak bangunan selanjutnya adalah bangunan terbuka yang langsung menghadap ke Pendopo Agung yang dipisahkan dengan sebuah jalan. Bangunan ini bernama Pringgitan. Biasa digunakan untuk tamu-tamu keluarga saat menyaksikan kegiatan kesenian seperti menonton wayang. Terdapat jendela-jendela lebar dan banyak di sisi kanan kiri nya serta sebuah pintu besar menuju dalam bangunan  utama yang diapit oleh dua pintu yang lebih kecil. Biasanya saat ada acara semua pintu dan jendela itu akan dibuka.

DSCF7527Pringgitan Pura Mangkunegaran

Keadaan seluruh keraton ini sangat bersih dan terawat. Dan dari sini pendapat tentang bangunan yang kotor hilang sudah, aku jatuh cinta dengan keraton kecil ini. Kediaman yang sangat nyaman untuk keluarga keraton. Ini adalah kali pertama aku diberi kesempatan untuk masuk dan menginjak Pendopo Agung dan melihat singgasana dan bangunan utama keraton. Sangat luar biasa. Diluar dugaan!

Setelah beberapa saat mengagumi bagian luar keraton dan sesekali sang pemandu bercerita mengenai perkembangan Pura Mangkuneagaran saat ini dan sejarah mengenai pura ini dengan seluruh keraton yang sudah aku sebutkan diawal. Inilah pertunjukan utamanya, masuk ke bangunan utama keraton Pura Mangkuneagaran yang disebut dengan Dalem Ageng. Disini kita bisa melihat singgasana serta karpet yang di impor dari luar negeri. Oh ya di bagaian ini tidak boleh mengambil gambar jadi harus kesana sendiri untuk melihat koleksi yang sangat berharga dari bangsa Indonesia. Selain itu disini juga terdapat koleksi-koleksi kerajaan berupa koin-koin, perhiasan, kristal, serta koleksi yang menujukkan bahwa kerajaan Mangkunegaran bersahabat dengan kerajaan-kerajaan di luar negeri. Sangat keren!

Setelah dari Dalem Agung kita beranjak keluar ke sebelah kiri bangunan, disitu ada berjejer tempat duduk. Kata sang pemandu sih itu ruangan untuk para tamu menunggu keluarga kerajaan. Jangan ditanya dengan satu ruangan ini. Keren! Dengan ruangan terbuka yang menghadap taman yang sangat indah. Berjalan sedikit ke arah belakang kita di suguhi dengan pemandangan taman yang tertata rapi dan terwat sangat bersih. Di belakang Dalem Agung ini adalah rumah kediaman keluarga Mangkuneagaran, tapi sayang kita tidak diijinkan kan masuk karena area pribadi. Hehhee

DSCF7540Ruang Tunggu Tamu Kerajaan

DSCF7547Salah Satu Taman Menuju Kediaman Keluarga Kerajaan

Setelah menikmati taman yang menyegarkan mata kita beranjak ke ruang perjamuan makan keluarga kerajaan yang tidak kalah luar biasanya. Terdapat jejeran kursi serta karpet dari Persia yang sangat mahal. Biasanya disini sang raja akan menemui tamu kerjaan sebelum dilanjutkan dengan jamuan makan. Oh ya, yang ingin makan ala keraton di Pura Mangkunegaran ada paket makannya loh, dan katanya kita bakal di sambut mulai dari depan Pendopo Agung dengan tari-tarian ala keraton serta makan dengan sang raja. Berminat? Murah loh, hanya sekitar Rp 500.000,- saja udah fine dining pokoknya. Tapi ada minimal kuota sih. Hehhe ayo kumpulkan masa!!

DSCF7556Ruang Penyambutan Tamu Kerajaan

Di ruang makannya juga keren, tapi sayang lupa ambil foto. Karena di bagian atas ruangan ini terlapisi oleh kaca. Jadi sang raja bisa mengawasi kita makan dari atas situ. Hehhee Jadi gak boleh makan yang berlebihan ya, dilihatin raja loh. Hahaha

Di akhir tur ini kita di ajak ke sebuah toko souvenir dekat pintu keluar. Banyak tersedia kain batik dan ada juga emblem dengan bentuk lambang keraton serta banyak lagi. Dan tur pun selesai.

Cuma ada satu kata buat Pura Mangkunegaran ini. AMAZING! Dan aku jatuh cinta!

DSCF7582

 


One thought on “Jatuh Cinta dengan Pura Mangkunegaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s