Fort Willem I, Ambarawa

Tidak sengaja menemukan tempat yang sarat akan sejarah ini saat melakukan perjalanan pulang dari Jogja ke Semarang. Yupz! Sebuah benteng peninggalan penjajahan Belanda. Kalau dilihat dari letaknya benteng ini sebenarnya sangat lah unik, berbeda dengan benteng-benteng lain di Pulau Jawa. Terletak di daerah yang tinggi dan jauh dari pusat pemerintahan kala itu. Jadi ada kemungkinan benteng ini bukanlah sebagai benteng pertahanan untuk memata-matai para petinggi pemerintahan Indonesia pada saat itu.

Dengan nama benteng yang di ambil dari nama raja Belanda saat itu, yaitu King Willem I benteng ini di duga digunakan sebagai barak militer dan tempat penyimpanan logistik serta gudang penyimpanan senjata. Desain bangunan yang penuh dengan jendela membuat benteng ini berbeda dengan benteng-benteng yang digunakan sebagai tempat pertahanan atau penjara yang terlihat kokoh. Benteng ini di bangun dengan bentuk persegi empat dengan lima bangunan utama di tengahnya yang pada saat itu digunakan sebagai tempat tinggal pejabat tinggi Belanda, saat ini hanya tiga bangunan utama yang masih tersisa dan terawat.

Saat ditemukan di atas benteng ini tertutup oleh banyak pohon, jadi seolah-olah benteng ini berada dibawah tanah. Maka dari itu benteng ini terkenal dengan sebutan Benteng Pendem (benteng yang terpendam) karena saat itu dari bagian luar benteng, benteng ini terlihat seperti berada di bawah tanah. Saat ini benteng Willem I digunakan sebagai Lembaga Pemasyarakatan tingkat IIA Ambarawa dan penjara Militer. Tujuannya sangat bagus memang, agar bangunan dapat terawat. Tapi sayang masih banyak bagian bangunan benteng ini yang tidak terawat. Sebenarnya ini adalah salah satu aset pariwisata yang tak ternilai untuk kita dapat memahami sejarah bangsa ini. harus tetap kita lestarikan dan jaga bersama.

Untuk menuju tempat ini sangatlah mudah, bisa di capai dengan mengendarai kendaraan pribadi atau dengan menggunakan kendaraan umum. Kalau menggunakan kendaraan umum dapat menggunakan bus dari Semarang-Jogja(Magelang) atau dari Jogja(Magelang)-Semarang kemudian turun di Pertigaan Monumen Palagan Ambarawa (ada monumen berbentuk tank di tengah pertigaan ini), kemudian berjalan atau menggunakan becak menuju RSUD Ambarawa atau Museum Kereta Api, jalan terus kurang lebih 500 meter akan kita temukan pertigaan setelah rel kereta api kemudian belok kiri, jalan terus kurang lebih 1 kilometer dan akan bertemu dengan RSUD Ambarawa. Pintu masuk ke benteng ini berada di sisi kiri rumah sakit. Dan masuk ke benteng ini Free!

DSC_3833Jembatan Penyebrangan Antar Bangunan

DSC_3840

btgr Bangunan Disisi belakang benteng

DSC_3867Banguan yang Sudah Ditumbuhi Pohon

DSC_3820Salah Satu Sisi benteng yang Sekarang Digunakan Sebagai Masjid

btgdLorong Benteng Bagian Belakang

DSC_3871Salah Satu Bagian Benteng yang Menyerupai Bentuk Gapura Candi Hindu-Budha

DSC_3872Bagian Depan Lapas Ambarawa

DSC_3873Bangunan Utama Benteng yang Sekarang Diguankan untuk Kantor

DSC_3841


2 thoughts on “Fort Willem I, Ambarawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s