And Welcome to Melaka!

Pukul 5.45 sore waktu Malaysia bus ku sampai di Terminal Bus Larkin di Johor Bahru. Rencana aku dan temanku langsung pergi ke Melaka dengan menggunakan bus. Awalnya agak bingung juga karena banyaknya calo yang menawarkan tiket, tapi setelah sekasama mendengar ternyata mereka menawarkan tiket ke Kuala Lumpur. Tips aja sih, jangan percaya calo layaknya di Indonesia. Kebetulan belum pernah kena calo, tapi dari beberapa cerita yang ada, calo-calo tersebut akan memeberikan harga dua kali lipat dari harga normal. Jadi mending langsung menuju ke konter-konter penjualan yang ada. Tolak dengan sopan jika diikuti oleh calo-calo yang bandel.

Aku menggunakan bus 707 travel group dari Larkin menuju ke Melaka Sentral dengan membayar 19 RMY. Bus ku berangkat tepat pukul 6.00 sore waktu Malaysia. Dan setelah masuk bus, aku sangat takjub dengan interior  busyang sangat nyaman, dengan kursi kulit berwarna coklat yang empuk dan sandaran kaki serta ruang gerak kaki yang lega pula. Bus ku cuma ada lima orang penumpang saat itu. Perjalanan kurang lebih membutuhkan waktu 3 jam. Kita sampai di Melaka Sentral pukul 9.10 malam waktu Malaysia. Dan langsung mencari bus di terminal domestik setelah beberapa kali bertanya kepada orang-orang di terminal. Gunakan bus 17 untuk menuju ke Bangunan Merah atau Red Building dengan membayar 1,5 MYR. Oh ya, jam operasi Melaka Sentral adalah mulai jam 10 pagi sampai jam 10 malam waktu Malaysia. Karena aku datang sangat malam maka aku menggunakan bus terakhir pada jam 9.30 malam waktu Malaysia. Sesampai di Bangunan Merah, kita langsung berjalan mencari penginapan kita di Melaka, membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapainya. Setelah menemukan penginapan yang dimaksud, yaitu Little Nyonya Hostel, kita check in dan langsung memutuskan untuk istirahat.

Apa saja yang aku lakukan di Melaka?

IMG-20130917-WA000

Berkeliling melihat bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Di melaka mengingatkanku pada Kota Tua di Jakarta dan Kota Lama di Semarang. Namun disini semua bangunan terawat dan masih terjaga keasliannya. Karena Kota Melaka sangatlah kecil maka aku hanya seharian saja berkeliling meikmati apa yang ada di Melaka.

IMG-20130904-WA008Christ Church, Melaka

Di depan Christ Church kita bisa berfoto-foto, ada sebuah taman dan jam tinggi seperti jam Gadang tapi lebih pendek. Uniknya bangunan-bangunan di sekitar bangunan Christ Church itu berwarna merah. Ada Museum Belia dan Stadhuys. Sayang saat itu Stadhuys sedang di renovasi, sehingga aku tidak bisa masuk.

IMG-20130917-WA001Melaka Sultanate Watermill atau Kincir Air Sultan Melaka

Kebanyakan kota-kota peninggalan Belanda yang dekat pesisir pasti terdapat sungai-sungai atau kanal yang membelah kota. Begitupun Melaka. Disisi lain kanal terdapat perkampungan Cina yang eksotis. Selain itu juga ada bekas kincir air raksasa yang berada di pinggir kanal. Dan tidak lupa juga mengunjungi St Paul’s Church yang terletak di atas bukit. Dari sini kita bisa melihat pemandangan kota Melaka dan laut di kejauhan. Selain itu juga kita bisa melihat menara Tamingsari yang menakjubkan.

00004FFASt Paul’s Church Melaka

Nah salah satu makanan khas yang terkenal dan tidak boleh ketinggalan untuk dicicipi di Melaka adalah es cendol. kalo di Indonesia mungkin disebut dengan es dawet ya. Namun bedanya adalah es cendol ini ada beberapa tambahan toping-nya. seperti es krim, ketan hitam, durian, jagung manis, dan lain sebagainya. Untuk mencicipinya bisa dengan membayar mulai dari 1,5  MYR sampai 3 MYR. Dan tidak susah mendapatkannya, karena letak yang strategis di sebelah Christ Church. Tinggal menyeberang saja, stand nya berada di pinggir sungai dengan tenda-tenda payung di sekitarnya.

IMG-20130904-WA007Es Cendol Khas Melaka

Di Melaka aku efektif hanya satu hari satu malam, karena hari berikutnya aku harus kembali lagi ke Singapore untuk pulang ke Jakarta. Dua hari berturut-turut setiap pagi Melaka di guyur hujan. Oleh karena itu saat akan menuju ke Melaka Sentral aku harus menggunakan taksi dengan membayar 20 MYR. Ini aku lakukan untuk mengejar bus yang akan membawaku kembali ke Singapore, aku gak mau kalau harus mepet kembali dan bisa-bisa ketinggalan peswat.

Tiket langsung Melaka-Singapore adalah 23 MYR dengan menggunakan bus yang sama dengan bus yang mebawaku ke Melaka. Ingat untuk mencari terminal internasional atau terminal antar bangsa untuk menemukan loket-loket bus yang menuju ke luar kota melaka.


2 thoughts on “And Welcome to Melaka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s