Pecah Telor ke Singapore (Part 5 of 5 – End)

Hari kedua di Singapore.

Bangun jam 7 karena sangking excited-nya, secara kalo di Indonesia itu masih jam 6 pagi. Kalo liburan gini entah setan apa yang bisa merasuki badan sehingga jadi bisa bangun pagi-pagi gini. Padahal malemnya aku baru tidur jam 1an pagi. Ah tapi gak apa-apalah, semakin pagi semakin baik. Setelah mandi dan merencanakan ulang akan kemana saja kita hari ini, kita langsung turun buat sarapan. Sarapan kita kali ini mendapat beberapa potong roti tawar dan selai sama kopi atau teh. Jadwal kita hari ini adalah menghabisakan waktu di Universal Studio Singapore (USS) di Sentosa Island. Kelar sarapan kita langsung ke rsepsionis lagi, kita tanya adakalh disini menyediakan tiket ke USS, karena yang aku baca di internet harga tiket di penginapan itu bakal lebih murah dari tiket di tempat. Harga resmi yang aku tau dari web resminya USS adalah 74 SGD dan kita mendapat harga 70 SGD di penginapan. Lumayan lah.

Dari penginapan kita naik MRT ke stasiun Harbourfront. Kebetulan stasiun Chinatown satu line dengan satisun Harbourfront, yaitu di jalur berwarna ungu. Letak staisun MRT Harbourfront berada di sebuah mall, yaitu Vivo City, jadi kita kelaur tepat didalam mall. Letak sky train yang disebut dengan Sentosa Express berada di lantai 3 atau lantai paling atas Vivo City. Kereta ini akan mengantarkan kita ke Stosa Island. Dengan mambayar 3,5 SGD termasuk tiket masuk sentosa Island sebesar 1 SGD kita sudah sampai di Sentosa Island. Sebenernya ada alternatif masuk ke Sentosa Island, yatu melalu sebuah jembatan yang menghubungkan pulau utama dengan Sentosa Island yang panjangnya kurang lebih satu kilometer, dengan bus, taksi, maupun bus umum. Tergantung selera masing-masing.

Sesampainya di Sentosa Island, kita langsung mencari pintu masuk USS. Oh ya, USS buka mulai pukul 10.00-19.00 waktu Singapura. Dan kita masuk di jam paling awal niatnya biar puas seharian berada di USS. Tapi, sebelum masuk ke USS kita gak lupa dong sama bola dunia warna biru yang ada di depan pintu masuk USS, kita puas-puasin foto dulu disana. Hehee

935063_454346634640455_1121519963_n

Setelah puas foto-foto, kita langsung buru-buru masuk ke USS. Dan gak pake babibu kita langsung menikmati seluruh wahana yang ada di dalam USS tersebut. Mulai dari 4D battle Transformers The Ride, The Mummy, sampai apalagi kalo bukan roller coaster yang super keren Battlestar Galactica . Kita puterin semua yang ada dan cobain satu-satu. kebetulan juga suasanyanya masih tidak terlalu ramai, jadi kita puas-puasin di USS. Teman aku udah mulai mengeluh lapar untungnya kita masih punya persediaan roti yang kita bawa dari Indonesia. Lumayan buat mengganjal perut. Aku lihat jam sudah menunjukkan pukul 3 sore waktu Singapura, akhirnya kita putuskan untuk menyelesaikan waktu di USS sekarang juga. Kita langsung melanjutkan jalan-jalan lagi ke Marina Bay yang tentunya ada patung fenomenal Merlion. Katanya sih belum dibilang pernah ke Singapura kalo belum foto sama ini patung singa yang menyemburkan air dari mulutnya.

Setelah sampai di Marina Bay, kita langsung deh foto-foto dengan berbagai posisi dan gaya, terlihat bangunan megah seperti Marina Bay Sands, Singapore Flyer, dan Espalanade yang sangat mengagumkan. Kita puas-puasin foto sampe beberapa jam disana. Sembari istirahat dan memeperhatikan beberapa turis yang berlalu lalang dan berfoto ria di sana.

_MG_2382Marina Bay dengan Patung Merlion dan Marina Bay Sands

Setalh dirasa cukup, kita memutuskan mencari makan di Bugis street, karena aku tau di sana banyak terdapat makanan halal. Setelah beberapa kali mencari kita akhirnya menemukan sebuah tempat makan padang tepat di belakang Sultan Mosque. Dan kita makan nasi padang disana seharga 5 SGD, makanan Padang termahal yang pernah saya makan selama ini. Hahaha Tapi tak apalah, daripada kelaparan. Dan beruntungnya kita, kita dapat makanan penutup masing-masing orang berupa dua buah roti labu yang lezatseacar cuma-cuma alias gratis! hahaha

Setelah kelar makan kita langsung pulang ke hostel yang sebelumnya kita mampir dulu di Pagoda Street untuk melihat-lihat oleh-oleh.

Hari ketiga di Singapore.

Seperti biasa aku bangun pagi, mandi, sarapan dan siap buat jalan-jalan lagi. Agenda kita hari ini adalah mengunjungi Little India tanpa ketinggalan mampir ke Mustafa Center dan kawwasan belanja di Orchard.

Tujuan pertama kita adalah Orchard Road, ya pusat belanja berbagai merek-merek terkenal di dunia ada disana. Inilasa hsalah satu surga belanja di Singapore. Katanya sih banyak orang tajir melintir Indonesia yang ngabisin duit buat belanja merek-merek mahal disini. Memang disepanjang Orchard Road terdapat banyak sekali mall-mall besar saling berdampingan dan memajang beberapa merek terkenal dunia di etalasenya. Kalo aku ditanya ngapain ke Orchard? Ya cuma mencuci mata aja, gak kuat cuyy kalo di suruh beli barang disini. Tapi niat utamanya sih mau cari es krim  1 SGD yang terkenal itu. Tapi setelah capek menyusuri  itu jalan malah gak nemu sama tukang es krimnya. Paraahhh. tapi ya sudah. Tak lupa kita mengambil beberapa foto disini sebagi kenang-kenangan.

_MG_2416Orchard Road

_MG_2422Singapore Visitors Centre yang ada di Kawasan Orchard

_MG_2437Salah Satu Sudut Orchard Road yang bersih dan Teduh

Setelah puas foto-foto dan jalan-jalan di Orchard, perjalanan kita lanjutkan ke Little India. Dan kita juga tidak lupa untuk mencicipi makan khas India yang disebut dengan nasi Biryani. Masakan yang sangat lezat. Setelah selesai makan, kita langsung menuju Mustafa Centre, pusat oleh-oleh Singapore yang buka 24 jam. Biasanya sih traveler maen kesini buat beli coklat, berbagai macam coklat. Dan setelah puas dengan berbelanja aneka macam coklat kita putuskan untuk langsung pulang ke penginapan dan sekali lagi kita mampir ke pagoda street untuk membeli oleh-oleh berupa gantungan kunci dan kaos. Kemarin cuma melihat-lihat aja, membandingkan harga antara satu tempat dengan yang lain yang ternyata di Pagoda street lebih murah. Puas dengan belanja oleh oleh, langsung deh cabut penginapan, mandi dan tidur. Tapi sebelum tidur, ternyata kita kedatangan tamu baru di kamar kita. Dan mereka pasangan dari Indonesia. Hahaha

_MG_2720Suasana di depan Mustafa Center

Hari terakhir di Singapore.

Di hari terkahir ini kita putuskan untuk jalan-jalan ke Bugis street bersama teman baru kami dari Indonesia yang datang tadi malam. Tapi sebelumnya aku harus mengantar mereka terlebih dahulu untuk berbelanja di Mustafa Centre yang pas kebetulan aja teman memaksa untuk balik lagikarena mau membeli oleh-oleh yang terlupa. Alamat akhirnya kita berempat pergi ke Little India lagi. Oh ya, posisi saat itu adalah aku sudah check-out karena kita memutuskan tidak kembali ke penginapan lagi setlah jalan-jalan.  Karena penerbangan kita jam 5 sore waktu Singapura. Maka sebelum jam 5 kita harus sudah sampai di bandara. Setelah berbelanja lagi di Mustafa, kita langsung pergi ke daerah bugis untuk makan terlebih dahulu. Tempat makannya seperti food court, dengan banyak stand makanan dan meja-meja di depannya. Aku memesan nasi dengan syur, ikan teri, dan telur dengan harga 3,5 SGD. Lumayan kenyang dan aku membeli jus buah di Bugis Street seharga 1 SGD.

_MG_2677Mas Dicky, Mba Maya, Aku, dan Araz

Di bugis street kita jalan-jalan aja melihat-lihat ada apa disana. Di bugis street ternyata salah satu tempat atau pusat oleh-oleh di Singapore yang menawarkan banyak macam oleh-oleh berharga miring. Ada kaos, hantungan kunci bergabai bentuk,boneka, sepatu, jam tangan, tas, dan beberapa pakaian-pakaian fashion anak muda jaman sekarang. Berhubung kita sudah memebeli oleh-oleh malam sebelumnya, maka kita cuma liat-liat saja. Sampe akhirnya kita memutuskan berpisah di sini, karena aku mau buru-buru ke bandara untuk check-in.

Ini beberapa cerita singkatku saat pertama kali ke luar negeri tanpa tau Singapore itu seperti apa, bagaimana. Cuma bermodalkan buku dan informasi di internetlah akhirnya aku memberanikan diri dan modal nekat untuk pergi ke Singapore dengan dana yang seadanya. Masih mahal sih untuk ala backpacker selama 4 hari di Singapore. Maklumlah baru pertama kali dan memang tidak ada referensi lain untuk tau seberapa besar biaya hidup di Singapore. Tapi aku yakin aku bisa ke luar negeri lagi lain waktu dengan biaya yang lebih murah. Apalagi dengan aku ikut sebuah komunitas yang memiliki minat yang sama dalam dunia traveling murah atau sering di sebut dengan backpacking. Banyak mendapat teman baru dan mulai belajar untuk mejelajah ke seluruh dunia, menjadi pacuan untuk semakin melebarkan sayap menjelajah suatu negara yang sangat banyak memiliki kebudayaan yang tentunya sangat berbeda dari Indonesia. Membuka wawasan baru sehingga lebih bisa “melihat” dunia sepenuhnya. Mungkin masih ada beberapa cerita yang belum aku certitakan, lain kali pasti bakal aku tuliskan disini. Yang jelas jangan pernah berhenti bemimpi untuk menjelajah mengelilingi dunia. Salam ransel! YOLO! Let’s Backpack!!!

_MG_2707


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s