Pecah Telor ke Singapore (Part 4 of 5)

Setelah beberapa lama, akhirnya itu ibu-ibu menyadari kebingungan kita buat ngegunain itu mesin tiket. “Mau kemana” tiba-tiba sang ibu bertanya. “Chinatown.” Dan sang ibu itu memencet-mencet mesin tiketnya, otomatis kita gak melewatkan bagian penting cara mengoperasikan mesin tiket ini. Hahaha. “Two persons?” kata sang ibu lagi. “Yes, two persons.”jawabku singkat. Setelah beberapa waktu, itu mesin menunjukkan biaya yang harus kita bayar untuk dua orang ke Chinatown dari Changi. Kita langsung keluarin duit, gak tau nih sangking kayanya atau gimana. Kita tuh gak bawa dan emang gak nukerin uang kecil di Indonesia. Alhasil kita langsung nyodorin uang 50 SGD dan yang menurut mesin tiket dan sang ibu tadi itu nominal yang terlalu besar untuk transakti di mesin tiket. Sang ibu langsung komentar dalam bahasa Inggris yang aku pahamin bahwa uangku itu terlalu gede, dan sang ibu mau berbaik hati buat memecah uang 50 SGD ku menjadi nominal yang lebih kecil lagi. Setelah mendapat nominal kecil, aku ulangin lagi pemesanan tiketnya, kemudian memasukkan uang 5 SGD ke dalam  mesin tiket untuk membayar tiket berdua kke Chinatown seharga 2,4 SGD. Beberapa saat kemudian keluat tiket dan kembaliannya.

Singapore Dollar

Singapore Dollars

Aku ambil tiket dan kembaliannya untuk bergegas menuju ke dalam peron. Nah sebelum masuk kita akan men-tap kan atau menempelkan tiket kita ke alat khusus seperti gerbang setinggi perut orang dewasa untuk membuka pintunya. Lihat juga simbol petunjuk bagian mana jalan untuk masuk dan keluar. Simbol tanda panah dan lampu warna hijau adalah tanda dimana jalaur itu bisa di lalui. Kalau tanda warna merah dan bertanda silang, maka jalur tesebut tidak dapat dilalui, biasanya itu untuk orang-orang yang akan keluar dari stasiun. Setelah men-tap kan tiket, jangan lupa untuk menyimpan tiket tersebut karena tiket tersebut akan digunakan lagi pada saat kita keluar dari stasiun tujuan. Beberapa lama menunggu MRT akhirnya itu kereta dateng juga. Pengalaman pertamma naik MRT nih. Ya iyalah, mana ada di Indonesia. Ada kejadian lucu nih selama naik ini MRT, jadi kan MRT itu saling terintegrasi antara jalur yang satu dengan yang lainnya. Nah, kita kan gak tau nih karena ini emang baru pertama kalinya. Setelah duduk manis didalam MRT, kita siap menuju perjalanan ke Chinatown sambil memperhatikan peta jalur MRT yang aku bawa dan yang ada di atas pintu kereta. Beberapa saat kemudian kita sudah sampe di stasiun intercange Tanah Merah. Kita tetep duduk manis aja tuh sementara udah banyak orang keluar masuk kereta lagi. Kita pikir karena kita masih di satu jalur makanya kita pikir ini kereta bakal terus aja smpe stasiun yang akan kita tuju sebelum ganti kereta. Nah tapi tiba-tiba sesaat setelah pintu kereta tertutup, itu kereta kok jalannya bukannya maju malah mundur alias balik lagi ke stasiun Changi. Nah, sempet panik dikit tuh disitu, ini kenapa kereta balik lagi? Mampus kita. Setelah di pikir-pikir lagi dan ngeliat peta MRT dengan seksama, oh ternyata tadi kita turun di stasiun Tanah Merah dan ganti kereta menuju Stasiun Outram Park sebelum ganti kereta lagi meuju Chinatown. Hahaha parah ini, udah berasa kayak orang ilang aja. Hahaa. Nah dari pada kita ikut lagi  ke Changi dan itu lama, kita putusin untuk turun di stasiun Metro untuk naik kereta lagi ke Tanah Merah. Besok-besok temen-temen yang baru pertama ke Singapur dan naik MRT dari Changi jamgan sampe ikut-ikutan ndesonya ya?

Snapshot_20130930

Standart Ticket MRT

Setelah turun di stasiun Tanah Merah kita naik lagi kereta dengan tujuan akhir Stasiun Joo Koon, dan akan berhenti di stasiun Outram Park untuk pindah kereta ke Chinatown. Di stasiun Tanah Merah juga jangan sampe salah kereta ya, disini ada dua tujuan yang berbeda tapi dalam satu warna jalur. Yaitu stasiun akhir Joo Koon dan Pasir Ris. Biar gak bingung pokoknya wajib beli peta jalur MRT atau download di internet terus di print.

Setelah beberapa saat kemudian kita sampai di stasiun Chinatown, kita sih asal keluar aja dari stasiun. Padahal sebenernya di sebagian besar stasiun MRT itu memiliki pintu keluar yang lebih dari satu, ada yang di pusat keramaian, langsung berhdapan dengan jalan raya, bahkan ada di dalam mall. Seperti aku ini nih yang langsung bingung gara-gara disoriented karena aku salah ambil pintu keluar di dalam mall. Dan aku tidak ditakdirkan untuk meghafal peta di dalam mall di luar negeri. Dan parahnya kita gak ambil peta gratis di bandara Changi tadi. Ampun dah, sempet didalam mall itu aku pusing dan sedikit panik gara-gara gak tau harus gimana dan ngapain. Akhirnya setelah sedikit debat dengan temanku, kita putusin untuk tanya pintu keluar dari mall kepada petugas keamanan mall yang aku lihat sih dia keturunann India. Sangking bingungnya kita berdua, kita ngomong bahasa Inggris dengan belibetnya, entah itu orang yang kita aja ngomong paham apa kagak. Dan aku akhirnya bilang “Where is the exit?” maksudnya kita cari pintu keluar ini mall. Dan dengan bingung atau karena sangking eneknya ini petugas, nunjuk nunjuk arah dibelakang kita sambil bilang “exit exit” gak jelas dengan aksen Indianya yang khas. “Oke, thanks.” Kataku mengakhiri percakapan yang gak jelas ini dan berlalu dari sang petugas.

Aha, sampai juga kita di jalan raya. Tapi tetep masih aja bingung karena gak bawa peta Singapura. Tapi yang aku inget adalah alamat itu hostel dan menuruti filingku alamatnya gak jauh dari Stasiun MRT. Itu artinya ya kita udah deket sama hostel, tapi belum tau dimana letaknya. Dengan sedikit ingatan peta sekitar stasiun MRT, kita putusin untuk menyeberang kesisi lain jalan raya tersebut. Setelah sampai di sisi lain jalan raya tersebut kita ketemu sama Pagoda Street kita susurin sepanjang jalan itu. Terlihat banyak penjual-penjual aksesoris, oleh-oleh, dan beberapa stand makanan. Itulah salah satu food street yang ada di singapore yang terkenal. Jalannya memang tidak jauh, kurang dari satu kilometer kita sudah samapi di jalan besar lagi, entah jalan yang mana lagi. Dengan tetap mengandalkan “perasaan” kita putuskan belok kiri di ujung pagoda street. Dan terus berjalan sampai akhirnya ketemu dengan papan besar hijau bertulisakan Mosque Street! Akhirnya kita menemukan jalan ini juga, dimana ini adalah alamat hostel kami di Singapore. Kita masuk ke mosque street sambil melihat keadaan sekitar. Di ujung jalan aku melihat ada beberapa club kecil yang didominasi oleh orang-orang yang habis pulang kerja, mereka masih mengenakan stelan pakaian yang sangat kasual, atasan kemeja dan celana bahan yang super rapi.

Beberapa diantaranya menggulung lengan kemejanya sampai siku. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kita menemukan hostel yang kita cari. Berpedoman dengan informasi yang aku dapat dari hostelbookers.com maka aku langsung menuju hostel tersebut. Pillow and Toasts Hostel terpampang jelas didepan. Ya! itulah hostel yang bakal aku tempati selama di Singapura. Setelah masuk dan bertemu dengan resepsionis kita langsung booking untuk 2 malam, setelah melihat daftar harga, ternyata kita mendapat potongan harga karena kita datang disaat Singapura tepatnya Chinatown masih merayakan tahun baru cina. Wah senangnya. Kita cukup membayar 60 SGD untuk dua malam. 40 SGD untuk biaya kamar dan 20 SGD untuk deposit yang akan dikembalikan pada saat kita check out dari hostel. Jadi untuk satu malam kita dikenakan biaya 20 SGD dari harga awal 28 SGD. Sebenernya kita memliki tiga malam di sana Tetapi menurut resepsionis yang ada, diskon berlaku hanya sampai dua hari kedepan. Jadi kita memutuskan dua malam di sini dan akan mencari hostel yang lebih murah lagi di malam terakhir. Setelah kita check-in, buru-buru kita masuk kamar dan mandi. Setelah mandi kita langsung cabut buat jalan-jalan di sekitar penginapan. Waktu menunjukkan pukul 11 malam waktu Singapura. Setelah merasa capek untuk jalan-jalan, kita akhirnya balik lagi ke hostel dan langsung tidur!

_MG_1850Salah Satu Sudut Jalan di New Bridge Road, Chinatown


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s