Pecah Telor ke Singapore (Part 2 of 5)

Setelah kelar dan mengetahui kalo tas yang kita bawa bisa masuk bagasi kabin, maka kita langsung menuju ke waiting room. Oh ya kelupaan, dari counter check-in ini kita akan mendapat boarding pass serta bukti pembayaran airport tax yang tertemmpel di bagian belakang boarding pass. Nah setelah itu kita menuju waiting room. Kita sih belum tau penempatan kursi pesawat itu seperti apa. Jadi seneng-seneng aja dapet seat 33D dan 33E, tetep berharap itu adalah window seat yang kita harapkan dari awal. Kebetulan kita mendapat waiting room dan boarding di Gate E4. Maka kita langsung cabut ke gate E4. Tapi sebelum masuk waiting room kita terlebih dahulu melewati bagian imigrasi. Disini yang perlu kalian ingat adalah, mengantrilah pada sebelum garis antrian, warnanya kalo gak kuning ya cokelat, garisnya ada di bawah sebelum meja-meja yang ada petugas imigrasinya. Disini akan di cek lagi passport dan boarding pass, maka siapkan terlebih dahulu passport dan boarding passnya, biar gak terlalu lama di bagian imigrasi. Buat yang pake kaca mata, harap melepaskan kaca matanya pada saat di hadapan petugas imigrasi untuk pengecekan foto passport. Nah kalo sudah giliran kita untuk di cek, silahkan maju dan berdirilah di depan meja si petugas, jangan di samping! Serahkan boarding pass dan passport yang kamu bawa. Di sini passport dan boarding pass akan di cek dan akan di cap oleh petugas. Biasanya sih di tanyain, tapi pertanyaan standar lah. Mau kemana? Ngapain? Sama siapa? Jawab aja sekenanya tapi masuk akal, gak usah grogi. Kalo sudah oke, udah deh kita akan di persilahkan masuk menuju waiting room.

IMG01625-20130219-1459 IMG01618-20130219-1455

Di bandara Soetta juga memiliki banyak gate untuk waiting room. Maka biar gak salah masuk, silahkan cek lagi boarding pass kalian. Dan lagi-lagi sebelum masuk ke gate atau waiting room, kita bakal menemui petugas dengan metal detektor dan mesin x-ray. Dan kita harus melepas dan mengeluarkan barang-barang yang berbau besi. Dan kalo udah oke, langsung deh kita menuju waiting room. Ribet kan? Lama? Banget! Nah, pastikan kalo mau check-in 1,5 jam lah minimal sebelum keberangkatan, jadi bisa santai dan gak keburu-buru saat melewati petugas-petugas yang ada di atas tadi.

Karena kita terlalu bersemanggat dan sangat-sangat excited-nya, kita datang ke waiting room terlalu cepat. Sehingga kita disuruh dulu untuk menunggu diluar oleh petugas karena penumpang untuk penerbangan sebelum kita belum boarding. Akhirnya kita nunggu lagi sekitar setengah jam di luar ruang tunggu. Gak bisa kemana-mana. Setelah itu kita langsung masuk, waiting room. Waktu boarding kita adalah 16.25 WIB dan penerbangan jam 17.25 WIB. Menunguu dan menunggu. Oh ya, saat kita masuk ke waiting room, kita akan di cek lagi boarding passnya, dan dikasih form disembarkasi/embarkasi dari Singapura. Ini wajib diisi. Usahakan isi form ini saat menunggu sebelum boarding atau saat di dalam pesawat sebelum pesawat landing. Karena form ini akan diminta oleh petugas imigrasi Singapura sebagian (bagian kirinya). Isilah semua isian yang diminta, gunakan huruf kapital. Kalo gak paham sama bahasa Inggrisnya tanya aja sama orang yang terpercaya atau pramugari. Kalo yang ditanya gak paham juga. Silahkan makan itu form. Hahaaa. Just Kidding.

Nah kalo sudah diisi, simpan baik-baik itu form. Kalo masih ragu, bisa minta tambahan form ke petugas barangkali ada salah penulisan. Nah kalo udah waktunya boarding, petugas akan memanggil para penumpang dengan urutan grup, ini tergantung nomor tempat duduk. Karena gak mungkin semua penumpang masuk dalam satu waktu. Kalo di Bandara Soetta akan di bagi per grup dari A-F. Maksudnya A itu menempati tempt duduk paling depan dan F adalah paling belakang. Maka dari itu biasanya grup yang akan pertama kali di panggil adalah grup F. Perhatikan grup kalian yang tertera diboarding pass. Jangan sampe salah. Kalo sudah di panggil grupnya silahkan masuk kedalam pesawat yang sebelumnya boarding pass akan di cek lagi oleh petugas di pintu masuk garbarata. Nah kalau sudah masuk ke dalam pesawat carilah nomor tempat duduk yang sesuai dengan yang tertera diboarding pass.

Kejadian lucu nih. Kebetulan kita ada dalam grup F dan menjadi rombongan yang masuk pertama ke dalam pesawat. Kita langsung cari nomor tempat duduk yang sesuai dengan yang ada diboarding pass kita. Sangking semangatnya dan emang sangat mengidam-idamkan yang namanya window seat dan didukung dengan seat nomor 33 semuanya kosong. Kita asal duduk aja tanpa peduli sama nomor dan urutan. Dan Araz memilih untuk duduk di dekat jendela dan aku di sebelahnya. Kirain sih gak peduli kan ya mau duduk dimana aja, yang penting duduk dan masih dalam satu baris. Nah setelah beberapa saat duduk, udah pengen cepat terbang dan menikmati suasana langit Indonesia dan sampai di Singapore, tiba-tiba dari belakang kursi kita ada sedikit keributan, ada seorang ibu-ibu yang mungkin juga kayak kita kali ya. Dia komplain terhadap tempat duduknya yang berada di dekat jenndela ternyata sudah di tempati oleh bapak-bapak, kita sih awalnya cuek-cuek aja. Sebodo deh ya, yang penting kita udah seneng duduk nyaman dan deket dengan jendela pula! Horeee!!! Dan buru-buru seorang pramugari mendekati keramaian ini dan mengecek boarding pass masing-masing untuk melihat nomor tempat duduknya. Kemudian si pramugari bilang “Maaf bapak, tempat duduk bapak di nomor 33F.” Sambil nunjuk kederetan kursi yang sedang kita duduki. Sang bapak langsung berdiri dan tiba-tiba berkata ke kita “Maaf mas, kayaknya tempat duduknya salah. Saya 33F.” Dan kita tanpa babibu tanpa perlawanan mau aja bergeser. Mungkin karena sangking katroknya dan emang salah sih ya. Hahaa. Dasar emang kita. Parah! Di sepanjang perjalanan si Araz ngegundel masalah tempat duduk yang tadi, oh poor Araz. Hahahaa. Walaupun masih bisa suasana di luar kan tetep aja gak enak harus longak-longok kayak monyet mau di tembak. Tapi semenjak itu kita punya misi, besok-besok lagi akan langsung ngelobi sama petugas check-in nya biar kita bisa dapet window seat. Termasuk waktu penerbangan balik ke Indonesia. Dan kali ini adalah giliran aku yang akan duduk di window seat. Gak apa deh Raz, masih ada banyak waktu buat kita terbang. Hehee.

Dan akhirnya ini pengalaman pertama saya take-off dan landing!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s